Duh, Jerawat Datang Saat Haid! Basmi Dengan Cara Ini Biar Gak Bikin Badmood Seharian!

Masukkan apel ke dalam panci, lalu didihkan sampai lembut, hancurkan apel, tambahkan satu sendok teh jus lemon dan satu sendok teh minyak lavender,atau minyak peppermint. Oleskan campuran ini ke wajah Anda, biarkan selama 5 menit, lalu bilas dengan air hangat. “Ada beberapa data yang menunjukkan bahwa antioksidan seperti vitamin C dapat membantu menetralisir kerusakan akibat radikal bebas ini dan memperbaiki jerawat,” kata Zeichner. Fase pertama yakni di hari ke-5 hingga hari ke-10, kulit terlihat lebih kering dari biasanya. Untuk menyiasatinya, minum lebih banyak air dan lemak baik agar kulit terhidrasi dari dalam. Kemudian, pada hari ke-11 hingga hari ke-21, kulit berada pada keadaan regular dan bercahaya.

Selain itu, gunakan make up seminimal mungkin agar tidak menutup pori-pori wajah. Penggunaan make up dapat berisiko terhadap penumpukan kotoran, sehingga kulit wajah bisa iritasi dan muncul jerawat. Bagi sebagian perempuan, bertambahnya sebum dapat membuat wajah tampak lebih cerah. Namun, produksi sebum yang berlebih juga bisa menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.

Pada jangka panjang, kedua ovarium akan terisi dengan kumpulan kista-kista kecil, sehingga disebut dengan polycystic ovary. Hal ini tentu bisa menganggu kesuburan bagi yang merencanakan kehamilan. Berdasarkan dari aplikasi khusus kesehatan menstruasi,Flo Health, lebih dari 60 persen wanita rawan berjerawat sebelum mereka menstruasi. Jerawat pra menstruasi atau yang kerap disebut flare-up biasanya terjadi sekitar 7 hingga 10 hari sebelum menstruasi.

Anda mungkin salah satu yang mengalami fenomena yang tidak menguntungkan ini karena jerawat makin bergejolak. Sepertinya rutinitas perawatan kulit biasa Anda tidak berfungsi lagi setelah menstruasi tiba. Jika biasanya berjerawat di tempat yang sama pada waktu yang sama dalam satu bulan , itu tanda siklus menstruasi daripada tingkat stresmu. Hal ini terutama terjadi jika jerawat berbentuk kista yang menyakitkan. Melansir Byrdie, menurut Dr. Hart cara utama untuk membedakannya adalah dengan melacak pemicu jerawat, misalnya, setelah periode stres dibandingkan lebih teratur dengan siklus menstruasi bulanan. Stres dapat memperburuk kondisi jerawat dan bahkan menimbulkan jerawat-jerawat baru.

Meski tidak dapat menghilangkan jerawat, setidaknya cara itu dapat mengurangi jerawat yang muncul saat menstruasi. Jika cara-cara di atas telah dilakukan tapi jerawat akibat hormon tidak juga hilang, sebaiknya periksakan ke dokter kulit. Dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat menyeimbangkan kadar hormon, sehingga jerawat bisa sembuh dan tidak muncul kembali. Contoh obat-obat yang mungkin diberikan adalah pil KB dan antiandrogen. Peningkatan kadar hormon penyebab jerawat ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari pubertas, kehamilan, hingga konsumsi obat atau pil KB jenis tertentu.

Jerawat dapat muncul semakin banyak saat jumlah hormon progesteron kembali meningkat. Pasalnya, jumlah hormon progesteron yang meningkat menyebabkan kulit membengkak. Pori-pori pun semakin mengecil sehingga sebum terjebak dalam folikel.

Apakah menstruasi memicu jerawat

Meski begitu, para wanita bisa meminimalisir munculnya jerawat sebelum mentruasi ini dengan merawat wajah berikut ini. Dilansir dari WebMd, ternyata masalah tersebut berkaitan erat dengan kadar hormon yang dimiliki wanita. Menurut ahli kecantikan Walgreens, Courtney Larrabee, menambahkan produk sebagai perawatan di tempat ke rutinitas perawatan kulit Anda akan membantu menenangkan kulit sementara. Ia juga menambahkan penting untuk berbicara dengan dokter Anda sendiri tentang apa jenis obat oral yang mungkin bisa Anda gunakan untuk periode jerawat Anda, seperti pil KB, suplemen lain yang diresepkan. Menjaga kebersihan kulit sangat diperlukan untuk mencegah tumbuhnya bakteri yang bisa menimbulkan jerawat.

Namun, ia juga memastikan jari-jarinya bersih dengan mencuci tangan terlebih dahulu agar tidak menyebabkan penyakit di vaginanya. Delima pun saat ini sedang mengupayakan untuk berhenti melakukan masturbasi. “Kalau dibilang wajar ya wajar, masturbasi juga hal yang pribadi. Namun ini hal yang tabu di masyarakat, terlebih pada wanita, dan bisa saja membuat laki-laki menjadi hilang rasa,” ungkap Delima menjelaskan rasa gundah yang menghantuinya. Hingga saat ini, Delima masih tidak mengetahui kapan akan berhenti melakukan masturbasi. Meskipun sebenarnya, setiap kali selesai melakukannya, Delima merasa berdosa karena gagal mengontrol nafsunya.